Thursday, March 4, 2021

Loh kamsudnya gimana sih? kalo gak jualan mana ada yang tahu dan beli dagangan kita?

Tunggu-tunggu sabar ya.. saya akan jelaskan.

Jaman dulu kita memang diharuskan untuk berjualan apa yang kita punya atau disebut dengan jaman Marketing 1.0 atau fokus pada produk. Kemudian berubah di jaman Marketing 2.0 dimana kita menjual apa yang dibutuhkan market, atau fokus pada market.

Market terus berevolusi sehingga muncul Marketing 3.0 dimana yang dibutuhkan market adalah value dari produk/jasa yang ditawarkan menjadi solusi bagi mereka 

Dan pada akhirnya kita memasuki era Marketing 4.0 dimana perlunya terjadi interaksi/engagement dengan market yang berujung kepada adanya perubahan perilaku. Hal ini terjadi melalui social media dan ecommerce. 

Dimana going online dan digital menjadi keniscayaan yang perlu dilakukan oleh sebuah bisnis. Bahkan pandemi seakan mempercepat proses digitalisasi bisnis. Serba online dan mudah didapatkan, kapanpun, dimanapun bisa melakukan transaksi.

Lalu apa hubungannya dengan judul diatas? 

Jaman telah berubah dan kata kunci kita menghadapinya adalah Adaptive bukan Defensive. Artinya kita perlu menyesuaikan diri dengan keadaan yang saat ini terjadi.

Jika kita terus berjualan dengan menawarkan benefit dari produk maka kita masih terjebak di Marketing 1.0 dan 2.0 dimana fokus pada produk, fungsi dan rasional. Artinya kita sedang mengaktifasi otak rasional konsumen agar memilih dan membeli produk kita.

Sedangkan berdasarkan studi, 95% keputusan konsumen membeli adalah karena faktor emosional, 5% nya baru faktor rasional.

Begitu otak rasional konsumen teraktifasi, maka konsumen akan mulai membandingkan dengan produk lain dan melakukan sorting harga termurah di marketplace. Harga termurah dan reputasi bintangnya mendekati 5 hampir pasti menjadi pilihan konsumen.

Apakah laku dengan harga murah menjadi pilihan strategi bisnis Anda? Jika jawabannya iya, maka lanjutkan, tidak ada yang salah. 

Sedangkan jika jawabannya tidak, maka Anda perlu mengurangi bahkan menghilangkan aktifitas jualan yang mengekspos benefit dan kelebihan dari produk kita.

Mulailah menyasar sisi emosional konsumen, apa impian mereka dan apa permasalahan yang dihadapi. Mereka bisa menjadi siapa dengan menggunakan produk kita. Lalu komunikasikan value produk Anda dengan cara yang benar. 

So, kalo mau laris dagangan, jangan jualan benefit dan fitur produk kita. Mulailah komunikasikan value secara digital dan "jual" mimpi market Anda. Niscaya orang akan membeli mimpi mereka yang ada pada produk Anda. 

InsyaAllah dagangan laris, harga tanpa digubris. Aamiin. 

Wallahualam,

Salam laris manis penuh keberkahan. ❤️👋
Rully Bhaskara

0 comments:

Post a Comment